Jamur (mushroom) merupakan organisme non klorofil,
jelas tidak mampu untuk dapat melakukan proses fotosintesis. Oleh karena itu
dalam klasifikasi taksonominya, jamur
ditempatkan dalam kingdom tersendiri selain animalia dan plantae.
Sehingga untuk dapat melanjutkan hidupnya, jamur sangat tergantung dari bahan
organik yang berada di sekitarnya (saprofit). Secara umum, lingkungan tumbuh
jamur yang ideal ialah lingkungan yang memiliki kelembaban tinggi dan suhu
bervariasi biasanya dibawah 37 °C. Maka tidak heran jika jamur sering tumbuh di
hutan-hutan hujan tropis maupun di gua-gua yang kondisinya sesuai dengan
lingkungan tumbuh yang dibutuhkan jamur.
Berdasarkan
bentuk morfologinya Jamur Tiram Putih tergolong dalam klas
Basidiomycetes yaitu membentuk tubuh buah dan memiliki tudung buah. Bentuk
tudung jamur kayu ini agak membulat, lonjong dan melengkung menyerupai cangkang
tiram memiliki warna putih susu. Permukaan tudung licin dan tepi tudung
bergelombang. Ukuran diameter tudung berkisar antara 3-15 cm. Dimana biasanya
jamur ini tumbuh membentuk rumpun dengan banyak cabang.
Jamur
Tiram merupakan salah satu jenis jamur konsumsi (edible), yang enak rasanya dan
bergizi tinggi. Hasil studi di Massachusett University
menyimpulkan bahwa kandungan protein jamur tiram mencapai 19-35%. Dibandingkan dengan beras (7,38 persen)
dan gandum (13,2 persen), jamur berkadar protein lebih tinggi dengan 10 jenis
asam amino essensial diantaranya lysin, methionin, tryphtofan, theonin, valin, leusin, isoleusin, histidin,
fenilalanin dan
lebih dari 10 asam amino non-essensial. Kandungan lemak tak jenuhnya mencapai 72%.
Kandungan lemak jenuh (28%) dan adanya
polisakarida kitin di dalam jamur tiram diduga menimbulkan rasa enak. Vitamin
yang dikandungnya adalah B1 (thiamin), B2
(riboflavin), biotin, niasin, dan vitamin C. Kandungan mineralnya
tersusun atas K, P, Ca, Na, Mg, Cu dan
beberapa elemen mikro. Serat yang
dikandungnya mencapai 75-87 %. Adapun kandungan Riboflavin, asam
Nicotinat, Pantothenat, dan biotin (Vitamin B) masih terpelihara dengan baik
meskipun jamur telah dimasak. Menurut hasil penelitian dari Beta Glucan
Health Center
menyebutkan bahwa jamur tiram (Pleurotus ostreatus) mengandung senyawa Pleuran
(di Jepang, jamur tiram disebut Hiratake sebagai jamur obat). Selain itu menurut
penelitian Departemen Sains, Kementerian Industri Thailand, Jamur juga mengandung
folic acid yang cukup tinggi. Sebagai
perbandingan, tempe yang terbuat dari kedelai yang kaya serat dan juga sebagai
sumber berbagai nutrien seperti calsium, Vitamin B, dan besi, mempunyai
kandungan sebagai berikut: kalori 204, protein 17 gram, lemak 8 gram,
karbohidrat 15 gram, calium 80 mg, Fe (Besi) 2 mg, dan Zn 0,2 mg. Bisa
dibandingkan dengan daging ayam yang kandungan proteinnya 18,2 gram, lemaknya
25,0 gram, namun karbohidratnya 0,0 gram dan Vitamin C-nya juga 0,0 gram.
Beberapa tahun terakhir diketahui adanya polisakarida khususnya
Beta-D-glucans.s Maka, kandungan gizi jamur bisa dikatakan sangat komplit
sehingga tidak salah apabila dikatakan jamur merupakan bahan pangan masa depan.
Budaya atau kegemaran sebagian masyarakat
mengkonsumsi jamur tak hanya sejak masa ini. Pada zaman kuno abad sebelum
masehi pun raja-raja Mesir dan Yunani kuno senang untuk mengkonsumsi jamur.
Kelezatan yang ditawarkan makanan berbahan dasar jamur membuat jamur disebut
sebagai makanan para dewa. Namun dibalik semua kelezatan tersebut, yang menjadi
alasan mengkonsumsi jamur yang utama adalah khasiatnya yang berhubungan dengan
vitalitas kehidupan. Berbagai riset
mengenai khasiat jamur telah banyak dilakukan sejak tahun 1950 hingga diketahui
bahwa pada jamur terdapat senyawa polisakarida Beta-D-Glukans yang memiliki
efek positif sebagai antitumor, antikanker, antivirus (termasuk AIDS), melawan
kolesterol, antijamur, antibakteri, dan dapat meningkatkan sistem imun. Pada
jamur tiram, produk ini disebut sebagai plovastin yang di pasaran terkenal
sebagai suplemen penurun kolesterol (komponen aktifnya statin yang baik untuk
menghambat metabolisme kolesterol di dalam tubuh manusia).
Beta-D-Glucans yang ada pada pada jamur bisa juga diisolasi untuk digunakan
dan dicampur pada krim, salep, suspensi, atau bedak untuk perawatan wajah di
dunia oleh peneliti dan perusahaan kosmetik untuk formulasinya (Contoh; Estee
Lauder dan Clinique). Konsentrasi 0,5-2,00 persen. Perawatan wajah
ini berguna untuk mengikat air, melembabkan kulit dan anti-inflamasi. Percobaan
pada 121 pasien berjerawat kronis, diberikan setiap hari selama 21 hari,
hasilnya 73,5 persen kondisinya membaik, 18,2 persen sembuh total (Kuniak et al,
1995. Faculty of Pharmacy and STV, Batislava, Slovak
Republic in Beta Glucan
Health Center
, www.glucan.com/therapy 2002).
Hasil dari penelitian Bobek (1999) dari Research Institute of Nutrition
Bratislava tentang Natural Product with Hypolipemic and Antioxidant Effect,
telah dilakukan studi pada sebuah grup dengan 57 laki-laki : perempuan = 1:1,
usia setengah umur dengan kasus hyperlipoproteinemia. Selama 1 bulan mereka
mengonsumsi 10 gram jamur tiram secara teratur. Kesimpulannya, secara statistik
sangat menjanjikan yakni kolesterol dan serum turun 12,6 persen dan trigliserol
turun 27,2 persen. Jamur tiram dikatakan mempunyai efek antioksidan dengan
turunnya peroksidasi di dalam eritrosit.
Jamur
tiram memiliki kandungan asam folatnya yang cukup tinggi dan terbukti ampuh
dalam menyembuhkan anemia. Berbagai khasiat lain jamur ini diantaranya baik
untuk liver, pasien diabetes, menurunkan berat badan, seratnya membantu
pencernaan, aman dikonsumsi bagi yang
rentan penyakit jantung, mencegah diabetes, mencegah kurang darah, dan
meningkatkan daya tahan tubuh serta dapat meningkatkan produksi ASI.
Nutrisi dalam Jamur
Dengan jumlah kalori yang
lebih rendah dari nasi dan tidak mengandung lemak, jamur merupakan salah satu
sumber nutrisi yang sangat berguna. Berikut ini adalah manfaat dari kandungan
yang terkandung dalam jamur yang sangat berguna bagi tubuh manusia.
Antioksidan
Jamur merupakan salah satu nutrisi yang mengandung antioksidan erghothioneine dan banyak mengandung antioksidan selenium. Jamur putih memiliki kapasitas antioksidan yang sama dengan sayuran yang berwarna seperti tomat dan wortel. Jamur coklat kandungan antioksidannya bisa dibandingkan dengan kacang hijau, brokoli ataupun lada merah.
Vitamin B
Vitamin B membantu mengubah makanan menjadi energi dengan menguraikan protein, karbohidrat dan lemak. Jamur banyak mengandung riboflavin (B2), niacin (B3) dan asam pantothenic (B5)
Tembaga
Mineral tembaga adalah mineral yang dapat membantu memproduksi sel darah merah dan menjaga otak dan tulang sehat.
Fosfor
Fosfor essensial untuk tulang dan gigi yang kuat
Potassium
Merupakan mineral dan elektrolit yang berguna menjaga keseimbangan cairan dan mineral dalam tubuh, menjaga tekanan darah dan menjaga otak dan otot berfungsi dengan baik. Setiap penyajian, jamur mengandung 267-407mg Potassium, nutrisi penting yang bahkan orang Amerika pun tidak mendapat cukup dalam makanannya.
Vitamin D
Vit D membantu penyerapan calcium yang sangat berguna untuk tulang dan gigi. Jamur kancing adalah salah satu yang banyak mengandung Vit D dan menyediakan 15 IU per sajian.[]
Antioksidan
Jamur merupakan salah satu nutrisi yang mengandung antioksidan erghothioneine dan banyak mengandung antioksidan selenium. Jamur putih memiliki kapasitas antioksidan yang sama dengan sayuran yang berwarna seperti tomat dan wortel. Jamur coklat kandungan antioksidannya bisa dibandingkan dengan kacang hijau, brokoli ataupun lada merah.
Vitamin B
Vitamin B membantu mengubah makanan menjadi energi dengan menguraikan protein, karbohidrat dan lemak. Jamur banyak mengandung riboflavin (B2), niacin (B3) dan asam pantothenic (B5)
Tembaga
Mineral tembaga adalah mineral yang dapat membantu memproduksi sel darah merah dan menjaga otak dan tulang sehat.
Fosfor
Fosfor essensial untuk tulang dan gigi yang kuat
Potassium
Merupakan mineral dan elektrolit yang berguna menjaga keseimbangan cairan dan mineral dalam tubuh, menjaga tekanan darah dan menjaga otak dan otot berfungsi dengan baik. Setiap penyajian, jamur mengandung 267-407mg Potassium, nutrisi penting yang bahkan orang Amerika pun tidak mendapat cukup dalam makanannya.
Vitamin D
Vit D membantu penyerapan calcium yang sangat berguna untuk tulang dan gigi. Jamur kancing adalah salah satu yang banyak mengandung Vit D dan menyediakan 15 IU per sajian.[]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar