Kamis, 22 Agustus 2013

Sehat dengan Jamur Tiram



Jamur (mushroom) merupakan organisme non klorofil, jelas tidak mampu untuk dapat melakukan proses fotosintesis. Oleh karena itu dalam klasifikasi taksonominya, jamur  ditempatkan dalam kingdom tersendiri selain animalia dan plantae. Sehingga untuk dapat melanjutkan hidupnya, jamur sangat tergantung dari bahan organik yang berada di sekitarnya (saprofit). Secara umum, lingkungan tumbuh jamur yang ideal ialah lingkungan yang memiliki kelembaban tinggi dan suhu bervariasi biasanya dibawah 37 °C. Maka tidak heran jika jamur sering tumbuh di hutan-hutan hujan tropis maupun di gua-gua yang kondisinya sesuai dengan lingkungan tumbuh yang dibutuhkan jamur.
Berdasarkan  bentuk morfologinya Jamur Tiram Putih tergolong dalam klas Basidiomycetes yaitu membentuk tubuh buah dan memiliki tudung buah. Bentuk tudung jamur kayu ini agak membulat, lonjong dan melengkung menyerupai cangkang tiram memiliki warna putih susu. Permukaan tudung licin dan tepi tudung bergelombang. Ukuran diameter tudung berkisar antara 3-15 cm. Dimana biasanya jamur ini tumbuh membentuk rumpun dengan banyak cabang.
Jamur Tiram merupakan salah satu jenis jamur konsumsi (edible), yang enak rasanya dan bergizi tinggi. Hasil studi di Massachusett University menyimpulkan bahwa kandungan protein jamur tiram mencapai 19-35%. Dibandingkan dengan beras (7,38 persen) dan gandum (13,2 persen), jamur berkadar protein lebih tinggi dengan 10 jenis asam amino essensial diantaranya lysin, methionin, tryphtofan, theonin, valin, leusin, isoleusin, histidin, fenilalanin dan lebih dari 10 asam amino non-essensial. Kandungan lemak tak jenuhnya mencapai 72%. Kandungan lemak jenuh (28%) dan adanya polisakarida kitin di dalam jamur tiram diduga menimbulkan rasa enak. Vitamin yang dikandungnya adalah B1 (thiamin), B2 (riboflavin), biotin, niasin, dan vitamin C. Kandungan mineralnya tersusun atas K, P, Ca, Na, Mg, Cu dan beberapa elemen mikro. Serat yang dikandungnya mencapai 75-87 %.  Adapun kandungan Riboflavin, asam Nicotinat, Pantothenat, dan biotin (Vitamin B) masih terpelihara dengan baik meskipun jamur telah dimasak. Menurut hasil penelitian dari Beta Glucan Health Center menyebutkan bahwa jamur tiram (Pleurotus ostreatus) mengandung senyawa Pleuran (di Jepang, jamur tiram disebut Hiratake sebagai jamur obat). Selain itu menurut penelitian Departemen Sains, Kementerian Industri Thailand, Jamur juga mengandung folic acid yang cukup tinggi. Sebagai perbandingan, tempe yang terbuat dari kedelai yang kaya serat dan juga sebagai sumber berbagai nutrien seperti calsium, Vitamin B, dan besi, mempunyai kandungan sebagai berikut: kalori 204, protein 17 gram, lemak 8 gram, karbohidrat 15 gram, calium 80 mg, Fe (Besi) 2 mg, dan Zn 0,2 mg. Bisa dibandingkan dengan daging ayam yang kandungan proteinnya 18,2 gram, lemaknya 25,0 gram, namun karbohidratnya 0,0 gram dan Vitamin C-nya juga 0,0 gram. Beberapa tahun terakhir diketahui adanya polisakarida khususnya Beta-D-glucans.s Maka, kandungan gizi jamur bisa dikatakan sangat komplit sehingga tidak salah apabila dikatakan jamur merupakan bahan pangan masa depan.
Budaya atau kegemaran sebagian masyarakat mengkonsumsi jamur tak hanya sejak masa ini. Pada zaman kuno abad sebelum masehi pun raja-raja Mesir dan Yunani kuno senang untuk mengkonsumsi jamur. Kelezatan yang ditawarkan makanan berbahan dasar jamur membuat jamur disebut sebagai makanan para dewa. Namun dibalik semua kelezatan tersebut, yang menjadi alasan mengkonsumsi jamur yang utama adalah khasiatnya yang berhubungan dengan vitalitas kehidupan. Berbagai riset mengenai khasiat jamur telah banyak dilakukan sejak tahun 1950 hingga diketahui bahwa pada jamur terdapat senyawa polisakarida Beta-D-Glukans yang memiliki efek positif sebagai antitumor, antikanker, antivirus (termasuk AIDS), melawan kolesterol, antijamur, antibakteri, dan dapat meningkatkan sistem imun. Pada jamur tiram, produk ini disebut sebagai plovastin yang di pasaran terkenal sebagai suplemen penurun kolesterol (komponen aktifnya statin yang baik untuk menghambat metabolisme kolesterol di dalam tubuh manusia).
Beta-D-Glucans yang ada pada pada jamur bisa juga diisolasi untuk digunakan dan dicampur pada krim, salep, suspensi, atau bedak untuk perawatan wajah di dunia oleh peneliti dan perusahaan kosmetik untuk formulasinya (Contoh; Estee Lauder dan Clinique). Konsentrasi 0,5-2,00 persen. Perawatan wajah ini berguna untuk mengikat air, melembabkan kulit dan anti-inflamasi. Percobaan pada 121 pasien berjerawat kronis, diberikan setiap hari selama 21 hari, hasilnya 73,5 persen kondisinya membaik, 18,2 persen sembuh total (Kuniak et al, 1995. Faculty of Pharmacy and STV, Batislava, Slovak Republic in Beta Glucan Health Center , www.glucan.com/therapy 2002).

Hasil dari penelitian Bobek (1999) dari Research Institute of Nutrition Bratislava tentang Natural Product with Hypolipemic and Antioxidant Effect, telah dilakukan studi pada sebuah grup dengan 57 laki-laki : perempuan = 1:1, usia setengah umur dengan kasus hyperlipoproteinemia. Selama 1 bulan mereka mengonsumsi 10 gram jamur tiram secara teratur. Kesimpulannya, secara statistik sangat menjanjikan yakni kolesterol dan serum turun 12,6 persen dan trigliserol turun 27,2 persen. Jamur tiram dikatakan mempunyai efek antioksidan dengan turunnya peroksidasi di dalam eritrosit.
Jamur tiram memiliki kandungan asam folatnya yang cukup tinggi dan terbukti ampuh dalam menyembuhkan anemia. Berbagai khasiat lain jamur ini diantaranya baik untuk liver, pasien diabetes, menurunkan berat badan, seratnya membantu pencernaan, aman dikonsumsi bagi yang rentan penyakit jantung, mencegah diabetes, mencegah kurang darah, dan meningkatkan daya tahan tubuh serta dapat meningkatkan produksi ASI.

Nutrisi dalam Jamur

Dengan jumlah kalori yang lebih rendah dari nasi dan tidak mengandung lemak, jamur merupakan salah satu sumber nutrisi yang sangat berguna. Berikut ini adalah manfaat dari kandungan yang terkandung dalam jamur yang sangat berguna bagi tubuh manusia.

Antioksidan
Jamur merupakan salah satu nutrisi yang mengandung antioksidan erghothioneine dan banyak mengandung antioksidan selenium. Jamur putih memiliki kapasitas antioksidan yang sama dengan sayuran yang berwarna seperti tomat dan wortel. Jamur coklat kandungan antioksidannya bisa dibandingkan dengan kacang hijau, brokoli ataupun lada merah.

Vitamin B
Vitamin B membantu mengubah makanan menjadi energi dengan menguraikan protein, karbohidrat dan lemak. Jamur banyak mengandung riboflavin (B2), niacin (B3) dan asam pantothenic (B5)

Tembaga
Mineral tembaga adalah mineral yang dapat membantu memproduksi sel darah merah dan menjaga otak dan tulang sehat.

Fosfor
Fosfor essensial untuk tulang dan gigi yang kuat

Potassium
Merupakan mineral dan elektrolit yang berguna menjaga keseimbangan cairan dan mineral dalam tubuh, menjaga tekanan darah dan menjaga otak dan otot berfungsi dengan baik. Setiap penyajian, jamur mengandung 267-407mg Potassium, nutrisi penting yang bahkan orang Amerika pun tidak mendapat cukup dalam makanannya.

Vitamin D
Vit D membantu penyerapan calcium yang sangat berguna untuk tulang dan gigi. Jamur kancing adalah salah satu yang banyak mengandung Vit D dan menyediakan 15 IU per sajian.[]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar