Kamis, 22 Agustus 2013

Sayur Jamur, Mengapa Tidak?

Mengkonsumsi sayur secara rutin merupakan hal yang paling disarankan di dalam pengaturan pola makan sehat. Hal ini disebabkan kandungan nutrisi nabati yang baik bagi metabolisme tubuh. Kebutuhan tubuh akan nutrisi nabati sangat dominan dimana tidak bisa dipenuhi oleh nutrisi hewani Salah satu sumber nutrisi nabati ini dapat kita peroleh dari jamur selain jenis sayuran hijau yang biasa kita konsumsi. Variasi jenis jamur edible (dapat dikonsumsi) yang ada menawarkan berbagai bentuk serta cita rasa khasnya masing-masing bahkan beberapa di antaranya memiliki khasiat bagi kesehatan. Kandungan protein jamur cukup tinggi yaitu 19%-35%, kandungan lemak tak jenuh hingga 70% dan beberapa vitamin serta kandungan serat yang tinggi. Perlu diingat bahwa tidak semua jenis jamur dapat dikonsumsi manusia (jamur non edible). Beberapa jenis jamur dapat menghasilkan toksik/racun yang justru berbahaya bagi kesehatan tubuh. Dinas Pangan dan Hortikultura pun menggolongkan jamur edible ini ke dalam jenis sayur mayur. Sebagai contoh khasiat jamur, pada tahun 1999 yang lalu Bobek dari Research Institute of Nutrition Bratislava melakukan penelitian mengenai Natural Product with hypolipemic and antioxidant effect dengan sampel sebuah grup usia paruh baya yang terdiri masing-masing 57 orang laki-laki dan perempuan dengan kasus hyperlipoproteinemia. Selama 1 bulan mereka mengkonsumsi 10 gram jamur tiram secara teratur. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian tersebut sangat menjanjikan yakni kolesterol dan serum turun 12,6% dan trigliserol turun 27,2%. Jamur tiram dikatakan memiliki efek antioksidan dengan turunnya peroksidasi di dalam eritrosit. Jamur edible layak konsumsi saat ini cukup mudah ditemukan di pasar modern maupun di pasar tradisional baik yang berupa jamur segar maupun jamur olahan yang telah diawetkan. Jamur yang beredar di pasaran ini umumnya berasal dari hasil usaha budidaya petani jamur baik lokal maupun yang dipasok dari luar daerah. Sebelum Anda mengolah jamur yang Anda temukan, pastikan jamur tersebut merupakan jenis jamur yang layak dikonsumsi atau bukan dari jenis jamur yang mengandung toksik. Hal ini biasanya rentan untuk jamur yang ditemukan tumbuh secara liar di alam sekitar hutan. Jika kita tidak memiliki keahlian dalam menentukan jenis jamur yang layak konsumsi lebih baik kita tidak mengkonsumsi jamur yang tumbuh liar di hutan. Dianjurkan bagi Anda untuk memperoleh jamur edible yang dijual di pasaran karena sudah jelas jenis dan asal usulnya. Meskipun demikian, tidak ada salahnya bagi kita untuk mengetahui cara membedakan jamur yang layak konsumsi dengan jamur yang mengandung toksik. Salah satunya adalah dengan membelah tubuh jamur dengan pisau stainless. Apabila di tubuh buah yang bersentuhan dengan stainless tersebut berubah warna kehitaman, maka jamur tersebut tidak layak konsumsi karena diduga mengandung toksik. Waspadai juga jamur-jamur yang berwarna terang dan mencolok karena umumnya jamur beracun berpenampilan demikian. Dengan mengenal jamur lebih baik, Anda tidak perlu ragu lagi mengkonsumsi jamur yang dijual di pasaran. Selamat mengkonsumsi jamur serta mendapat kebaikan darinya.[]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar