Sabtu, 24 Agustus 2013

Cara Mudah Menumbuhkan Jamur Tiram



Pernah menyangka Jamur Tiram bisa tumbuh di kamar mandimu? Tentu saja bisa. Suhu kamar mandi yang rendah serta kelembabannya yang tinggi adalah kondisi ideal bagi pertumbuhan jamur apalagi didukung intensitas cahaya yang relatif rendah. Bagi pemula yang ingin belajar menumbuhkan jamur tiram hal yang harus diperhatikan adalah tekun, sabar, dan selalu bekerja aseptis*. Untuk bisa bekerja secara aseptis tidaklah susah, hal ini merupakan keterampilan yang akan semakin baik jika sering dilatih. 

Untuk bisa melakukan penanaman jamur, tentunya kita membutuhkan bibit jamur tiram serta media tanamnya yang sudah disterilisasi. Disini saya akan berbagai pengalaman mengenai teknik pembuatan media tanamnya, proses inokulasi (penanaman) hingga proses panen jamur tiram. Alat-alat yang kita butuhkan untuk kegiatan ini adalah obeng, bunsen, handsprayer, cincin, baglog, sendok semen/sekop, pengukus dan kompor. Bahan pelengkap yang dibutuhkan meliputi karet gelang, plastik bening PP ukuran 17cmx40 cm dan kapas. Berikut salah satu komposisi media jamur tiram yang bisa digunakan untuk membuat kira-kira 6 baglog berukuran 1 kg: Serbuk Kayu Gergaji 4 kg, Bekatul 0,8 kg, Kapur 0,1 kg, Gips 0,1 kg, dan TSP sebanyak 25 g. 

Sebelum sampai pada proses pembuatan baglog, bahan serbuk kayu gergaji harus kita preparasi terlebih dahulu. Terkadang serbuk kayu gergaji yang kita peroleh berasal dari kayu yang sudah diberi pengawet dan juga masih mengandung zat tanin yang masih tinggi. Oleh karena itu, serbuk kayu yang demikian perlu direndam kurang lebih selama 2 hari agar pengawet dan taninnya dapat larut bersama air rendaman tersebut. Sehari sebelum digunakan, serbuk kayu tersebut kemudian dikeringanginkan agar tidak terlalu basah. Selain itu, pupuk TSP yang digunakan berbentuk tepung halus, jika masih berbentuk granule bisa dibantu dengan menggilingnya hingga halus.

Langkah pertama untuk membuat baglog jamur tiram adalah penimbangan bahan-bahan seperti serbuk kayu gergaji, bekatul, kapur, gips, serta tsp kemudian campur rata semua bahan. Langkah kedua adalah pemberian air bersih ke media tersebut hingga kelembaban medianya mencapai kira-kira 60%. Langkah ketiga adalah pemastian tingkat keasaman media menggunakan kertas pH. pH media yang diharapkan adalah 6. Setelah hal ini dilakukan, selanjutnya dilakukan pengemasan media ke dalam plastik PP masing-masing berisi 1 kg media. Media tersebut dipadatkan dengan cara sedikit di benturkan dasarnya ke lantai atau meja. Jika media sudah cukup padat, lalu diujung plastik dipasang cincing baglog yang dikencangkan posisinya dengan karet gelang lalu disumbat dengan tutup kapas. Kepala baglog yang terbuat dari kapas dibungkus dengan kertas bekas agar tidak basah dan menghindari kontak langsung kepala baglog dengan udara luar pasca sterilisasi. Dengan demikian baglog jamur sudah jadi dan tahap selanjutnya adalah sterilisasi baglog.

Sterilisasi baglog dimaksudkan untuk membunuh mikroorganisme kontaminan yang terkandung pada bahan media jamur yang kita gunakan. Sterilisasi baglog dilakukan dengan melakukan perebusan selama 8 jam menggunakan air bersih dan panas yang stabil. Setelah pengukusan, keluarkan baglog dari kukusan dan letakkan pada tempat yang bersih dan aman. Kini baglog yang dibuat telah steril dan siap untuk ditanam/diinokulasi.

Proses inokulasi merupakan kegiatan penanaman isolat berupa bibit jamur tiram ke baglog yang sebelumnya sudah disterilisasi. Dari semua tahap, tahap inilah yang memerlukan perhatian ekstra karena kegagalan paling besar disebabkan gagalnya mengeksekusi tahap ini secara benar. Namun hal ini memang perlu dilatih dan berpegang pada prinsip ‘ala bisa karena biasa’. Pekerjaan dilakukan secara aseptis di ruang yang tertutup. Meja kerja disemprot dengan alkohol 70% dan dilap dengan kain bersih/tissue. Nyalakan bunsen spiritus dan biarkan selama beberapa menit sambil kita menyiapkan bibit dan baglog yang akan diinokulasi. Bibit jamur dikemas dalam botol kaca bekas saus. Bibit jamur tiram putih biasanya terbuat dari jagung pipil, dan ketika telah ditumbuhi oleh miselia jamur tiram, butirannya akan cukup sulit untuk dipisahkan. Untuk itu, kita dapat memisahkan butirannya dengan bantuan obeng. Obeng yang digunakan terlebih dahulu disterilkan dengan alokohol 70% kemudian dipanaskan di atas bunsen. Biarkan hingga cukup dingin kemudian gunakan obeng itu untuk mengorek bibit jamur tiram tersebut hingga mudah untuk dituangkan. Jika sudah gunakan bibit tersebut untuk menginokulasi baglog steril tadi. 1 baglog cukup mendapat kira-kira 6-7 butir bibit dan semakin banyak inokulum/bibit yang diberikan, pertumbuhan jamurnya akan semakin cepat.

Baglog yang telah diinokulasi ditandai dengan keterangan tanggal inokulasi pada salah satu bagian baglog tersebut lalu disimpan di ruang gelap dan lembab kira-kira selama satu bulan. Selama inkubasi sesekali kita bisa menyemprotnya dengan air bersih dalam hand-sprayer untuk menjaga kelembaban. Apabila baglog sudah dipenuhi oleh miselia jamur tiram putih, penutupan 100% maka baglog tersebut siap untuk dipindahkan ke kumbung atau kamar mandi Anda. Namun apabila terdapat baglog yang menunjukkan gejala kontaminasi, maka baglog tersebut harus segera dimusnahkan dengan dibakar atau dikubur. Gejala kontaminasi blog antara lain, adanya warna miselia selain putih khas miselia jamur tiram, pertumbuhan jamur tidak normal arahnya misalnya dimulai dari bagian bawah baglog menuju ke atas baglog. Secara normal, pertumbuhan jamur dimulai dari mulut baglog menuju bagian bawah baglog menjauhi inokulum yang kita berikan.

Baglog yang telah dipindahkan ke kumbung/kamar mandi selanjutnya dibuka tutup kapasnya agar oksigen bisa merangsang pertumbuhan pin head jamur tiram. Pin head adalah salah satu stadia awal pertumbuhan tubuh buah jamur. Pin head biasanya akan muncul berselang 1- hingga 2 minggu setelah tutup kapas dibuka. Sejak tutup kapas dibuka, penyemprotan dengan air bersih rutin dilakukan ke lingkungan penyimpanan baglog. Jangan menyiram baglog terlampau basah karena justru dapat membuat baglog tersebut menjadi busuk. 

Pada minggu ke tiga inkubasi di kumbung/kamar mandi normalnya kita dapat memanen jamur tiram segar. Cara panennya dengan cara mencabut rumpun jamurnya hingga ke akar. Sisa bonggol yang tertinggal di baglog dapat membusuk dan dapat menjalar ke seluruh bagian baglog. Kalau semua langkah di atas bisa dicapai artinya pelajaran menumbuhkan jamur tiram berhasil dilakukan. Sebaliknya jika mengalami kegagalan, jangan kecewa dan tetaplah mencoba hingga berhasil. [dilo]



*) pekerjaan yang dilakukan dengan prinsip suci hama, steril

Tidak ada komentar:

Posting Komentar